• Jam buka

    07.00 - 20.30 WIB

  • Customer Service

    081240806323

  • hotline

Persiapan Menghadapi 'New Normal', Siapkah Indonesia? - Brownies Cinta Official

Persiapan Menghadapi ‘New Normal’, Siapkah Indonesia?

KARANGANYAR, Browniescinta.id- Pemerintah Indonesia mulai berangsur-angsur melonggar kebijakan lockdown di berbagai daerah termasuk daerah yang masuk kategori sebagai daerah Zona Merah atau daerah yang paling banyak  menyumbangkan pasien Covid-19.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa, keinginannya untuk ‘berdamai’ dengan COVID-19 hingga ditemukannya vaksin untuk mengatasi pendemi Covid-19 di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemudian  mengeluarkan protokol peralihan dari masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)  ke masa yang bisa di sebut dengan ‘New Normal’ melalui Keputusan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 pada 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Persiapan ‘New Normal’ sudah mulai terlihat saat Presiden Joko Widodo mulai meninjau persiapan fasilitas umum di Mass Rapid Transit (MRT) pada Selasa (26/05/2020).

Keputusan penerapan ‘New Normal’ ini berdasarkan pada parameter penurunan reproduction rate (RO) atau daya tular virus. WHO menetapkan RO dibawah 1 bagi negara yang akan menuju ke arah new normal.

Berdasarkan pernyataan Menteri Bappenas, Suharso Monoarfa bahwa  saat ini reproduction rate  di Indonesia sebesar 2,5% yang berarti bahwa seorang penderita Covid-19 dapat menularkan kepada 2,5% penduduk Indonesia. Itu artinya perlu waktu 14 hari untuk menurunkan reproduction rate dari 2,5% menjadi 1% agar penerapan ‘New Normal’ di Indonesia dapat diterapkan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan ‘New Normal’ di Indonesia dapat dilakukan apabila Reproduction Rate berada diangka 1% sesuai anjuran WHO.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami